<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7906384023063087081</id><updated>2011-07-08T21:19:20.118+07:00</updated><category term='Catatanku'/><category term='Facebook'/><category term='MLTR'/><category term='Anarki Nusantara'/><title type='text'>Catatan Lyra Vetra</title><subtitle type='html'>Catatan-catatanku untuk Guru Sastraku, Sang Guru Kata-Kata</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://catatanlyra.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Bernardia Vitri Arumsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00116969701613325799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_ew4etm7knos/Swp_vCMXa6I/AAAAAAAAAAM/_JQigJy3rM8/S220/PhotoFunia-2accc4c.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7906384023063087081.post-2323217056738305236</id><published>2009-12-18T00:33:00.001+07:00</published><updated>2009-12-18T00:38:07.330+07:00</updated><title type='text'>MUBENG BETENG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MUBENG BETENG (mengitari benteng Kraton-red)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Cerita satu malam&lt;/i&gt; - Sore itu dia sudah merencanakan akan berjalan sekitar pukul sepuluh malam. Waktu menunjukkan pukul 20.30 saat rencana berubah. Keluarganya akan berangkat saat itu , tanpa menunggu keluarga besar lain. Dia mutung (ambeg diri-red). Keluarganya memutuskan pergi saat itu juga, dan dia kini menunggu keluarga besar dengan keraguan diri dalam perkataan “&lt;i&gt;Ora kompak!&lt;/i&gt;(tidak kompak-red).”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pikirnya “&lt;i&gt;Aku ora kompak ya? Berarti yang mengatakan lebih tidak kompak lagi, hahaha! Bodat!&lt;/i&gt;”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia menunggu dengan syarat pukul sembilan dia akan pergi jika keluarga besar tidak segera datang. Dia menelan satu tablet vitamin C, meminum jus jambu, dan segelas air putih, resah dengan keputusan yang akan segera dia ambil, berjalan sendiri. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ide muncul, dia menelepon tetangganya-Nia untuk menemaninya berjalan. Alasan berterbangan melalui sinyal HP-nya dengan kata ‘&lt;i&gt;capek&lt;/i&gt;’. Dasar! Ya sudah, berjalan sendiri akan lebih fokus dan konsentrasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;21.00, jam HPnya menunjukkan waktu digital. Keluarga besar tidak kunjung datang. Tutupan pintu rumah menjadi awal perjalanannya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dialah manusia berjaket Nightmare hitam, bercelana pendek hitam, berkaos oblong hitam (pecinta warna hitam) membawa jimat orang Katolik yang sering dilupakannya, Rosario putih. Bunda Maria diyakinkannya menjadi penuntun perjalanan itu. Berharap dirinya tidak digondol Wewe-seperti kata Pakdenya yang menyebalkan. Hahaha!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Plataran  dekat kolam raja yang gelap dilewatinya tanpa takut, gelap tanpa lampu, tak pernah dia seberani ini. Lorong kampung dengan lampu seadanya menunjukkan topeng mengerikan di salah satu galeri kenangan akan Sang Raja Inggris. Takut-takut jika di depannya muncul sebangsa kuntilanak mencekiknya tanpa suara - hiiihhh pikiran sinting!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kakinya menggunakan sandal ibunya. Sandal sialan! Karenanya kaki kiri kumat asam urat. Sungguh pemudi tidak sehat, masa’ remaja sudah asam urat! Sandal itu dilepaskannya, tidak dia buang, tetapi dia bawa di saku jaket Nightmare-nya. Belum masuk area kebisuan dia sudah membisu mencoba menyembuhkan kaki kirinya sambil terus berjalan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gerbang barat benteng barat segera sampai dihadapannya. Sambil menarik nafas panjang dia masuk dalam area kebisuan memohon agar diberi kekuatan karena dia berjalan sendirian (barangkali dia mohon agar tidak pingsan, hahaha!).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang tangan kanannya memegang erat jimat yang tidak sering disentuhnya. Berdoa dalam pikiran- Rosario tanpa peristiwa, karena dia tidak hapal (bahkan awal doa ‘Aku Percaya’ dia blank.) Sesekali dia membisikan dalam pikirannya permohonannya yang paling diutamakan. Melalui leluhurnya dia yakin akan tersampaikan. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Benteng barat dan gerbang selatan (JokTeng Kulon &amp;amp; Plengkung Gading) dilewatinya. Telapak kakinya yang telanjang masih menapaki aspal tanpa lecet. Kulit kakinya yang agak tebal membawa keberuntungan. Keringat mengucur di wajahnya sejak benteng barat terlewat, sesekali dia usap dengan telapak tangannya. Rombongan mubeng beteng lain juga terlihat, masing-masing berjauhan. Dan dia sendiri melesat melewati rombongan-rombongan itu- dia benar-benar digondol Wewe ya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa kata Pakdenya dari sejak pertama dia berjalan dulu? Pertama kali kelas 2 SD, dengan tidak dalam kebisuan. Barulah 4 SD dia berjalan lagi dan untuk seterusnya juga. Melesat. Digondol Wewe untuk pertama kalinya. Rombongan keluarga besarnya kesulitan mengejarnya. Wali-nya yang bertongkat payung tertatih di belakang mengejar dengan setengah berlari . Dia sampai pertama. Si bocah 4 SD ini bandel sekali. Pergi-menghilang-melesat-tanpa memikirkan kekhawatiran yang dibelakangnya, hahaha. Sungguh digondol Wewe anak itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita lama itu hampir dan akan berulang kembali saat dia menemukan rombongan keluarganya yang berangkat mendahului, nanti. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terkadang pengunjung satu dua warung di trotoar yang melihatnya berjalan sendiri menertawakannya. Walau tahu, dia tetap memfokuskan diri dalam doa. Jiwa yang spiritual dan mendekatkan diri pada Tuhan dalam kebudayaan Jawa masa lampau menurutnya sangat bagus untuk keanggunan orang Jawa. Kekentalan tradisi harus ada, pikirnya menerawang sedikit. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salam Maria, keberapa kalinya ya? Sepertinya sudah ada tiga kali lima puluh Salam Maria saat dia melintas di depan Purawisata. Saat itu dia masih belum menemukan anggota keluarga yang mendahuluinya. Terkadang pula kakinya sakit, dan terkadang ringan sekali. Rombongan demi rombongan dia susul. Satu hal terlihat yang paling membuatnya kagum- Nenek tua berkebaya, berjarik, melangkah sendirian. Sungguh melegakan memiliki teman yang juga berjalan sendiri. Tapi dia melangkah lebih cepat, kekuatan muda selalu lebih kuat daripada kekuatan tua, dan dia melesat juga meninggalkan seorang nenek yang dikaguminya itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buyar dengan Salam Maria, di tangannya masih tergenggam Rosario putih tetapi doanya sekarang hanya memohon kekuatan, kebijaksanaan, serta petir yang dapat membuat hidupnya lebih baik. Ya, petir, tidak apalah, suatu kepahitan seharusnya dapat memunculkan sesuatu yang manis. Tanpa pahit mana tahu rasa manis?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Benteng timur, benteng yang tidak kelihatan, runtuh katanya. Dekat dengan sekolahnya saat itu. SMP Maria Immaculata. Terlintas pikiran ‘&lt;i&gt;Bu Nanik dimana ya?&lt;/i&gt;’ Hahaha! Dia guru Bahasa Indonesianya, kata Bu Endah-Bu Bahasa Jawa, Bu Nanik akan ikut mubeng beteng juga, tapi mungkin beliau masih terjun dalam kebisuan nanti malam. Sedangkan Bu Bahasa Jawa beralasan rumahnya jauh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belokan benteng membawanya melihat anggota rombongan. Wew! Dia berpikir ternyata cepat sekali dia berjalan sampai bisa terkejar. Memang, rombongan keluarga pertama lama dalam berjalan. Mungkin bagimu yang membaca catatan ini tidak lama, karena mereka sebenarnya berjalan biasa. Dan si anak yang digondol Wewe itulah yang berjalan cepat sekali.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini dia tersenyum, tidak mendahului, ingin memberi kejutan di Alun-Alun Utara. Dengan sabar dia mencoba memelankan laju kakinya. Mereka tidak sadar, anak yang dikatai tidak kompak itu sudah berada dalam kekompakan mereka. Tiga puluh menit sudah waktu terkejar. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjaga jarak itu mudah. Dan mereka kini sudah sampai di gerbang Alun-Alun Utara. Si kakak melihatnya seketika saat dia menyejajarkan diri di dekatnya. Mereka berdua tersenyum. Seketika itu juga si kakak mencoba mengikuti kecepatan Wewe adiknya itu. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menyeberangi pasir Alun-Alun, tanpa sandal masih pula dia bertahan. Sakit, iya, tapi tak masalah. Dia menuju depan Keraton dan membuat tanda salib. Sambil berkata dalam hati dan pikiran ‘&lt;i&gt;Terima Kasih Tuhan.&lt;/i&gt;’ Rombongan keluarga itu terpisah-pisah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia sekarang sadar sandal kanan ibunya yang dibawanya dari rumah tadi, pasangan sandal maut pembuat kambuh asam urat itu hilang. Terjatuh, atau mungkin dicuri dalam desakan orang Alun-Alun, hahaha, masa bodoh. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia berjalan lagi dengan terus menggunakan kecepatan Wewe. Ibunya sudah diseberang dan ketika melihatnya, dia berbicara. Ibunya tidak memperdulikan tradisi membisu. Dan itu sangat menyebalkan. Dia tidak menanggapi. Orang Solo yang betengnya kecil, menyebalkan!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia terasuk lagi kecepatan Wewenya dan sekarang agak setengah berlari, tidak peduli kakinya lecet atau tidak. Karena tidak sakit, dan itu aneh bagi anggota keluarganya yang lain. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Benteng utara, Pojok Beteng Lor, dia lewati akhirnya. Dan dia masih menggenggam Rosario putihnya, mengucapkan permohonan dan rasa terimakasih yang besar secara bergantian berkali-kali pada Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hampir akhir perjalanan membuatnya lebih bersemangat. Dia sekarang berlari, menerobos beberapa rombongan di depannya, ke depan pintu gerbang barat. Gerbang yang sama untuk memulai perjalanan, diakhiri pula di situ. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang kakak menyusulnya. Dan tanda salib lagi di gerbang, satu tarikan nafas panjang lagi, dan tertawa senang. Untung juga saat dia bersiap pergi sendiri dia juga membawa uang, dia membeli dua gelas es teh, sambil menunggu anggota keluarga lain yang mendahului. Perjalanan tanpa sandal menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Es teh habis dalam satu menit, dan beberapa menit kemudian rombongan keluarga pendahulu itu datang, langsung pulang, tidak tahan berhenti, dengan ketakutan tidak bisa berjalan lagi. Hahaha!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di rumah.. saat dia sedang mengetik suatu kisah di komputer, rombongan keluarga besar baru datang dari perjalanan mubeng beteng juga. Pakdenya, sekali lagi berkata “&lt;i&gt;Dek’e i memang cepet banget kok&lt;/i&gt;”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang paling muda membuktikan dia yang paling kuat, karena ada Wewe eh, salah, karena ada Bunda Maria yang membawanya terbang dengan telanjang kaki. Sampai akhirnya dia yang paling muda itu menuliskan kisahnya pada kalian malam itu juga, karena dia kuat! Inilah kisahnya, kisah yang sudah kau baca…  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salam!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;postscriptum: menandingi kecepatan prajurit Kraton yg katanya melegenda juga kecepatan kakinya saat mubeng beteng, menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://lyra.cz.cc&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7906384023063087081-2323217056738305236?l=catatanlyra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanlyra.blogspot.com/feeds/2323217056738305236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/12/mubeng-beteng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/2323217056738305236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/2323217056738305236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/12/mubeng-beteng.html' title='MUBENG BETENG'/><author><name>Bernardia Vitri Arumsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00116969701613325799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_ew4etm7knos/Swp_vCMXa6I/AAAAAAAAAAM/_JQigJy3rM8/S220/PhotoFunia-2accc4c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7906384023063087081.post-3652765632255002414</id><published>2009-12-02T21:18:00.000+07:00</published><updated>2009-12-02T21:18:55.096+07:00</updated><title type='text'>Untuk Soal Pendidikan Kewarganegaraan, yang kuminta maaf karena sudah kubuang ditempat yang layak… Hahaha!!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“&lt;span style="font-size: large;"&gt;K&lt;/span&gt;onstitusi? Bukankah itu tidak lebih dari kepercayaan pada kepalsuan? Pada awalnya, dia dibuat sebagai mandat rakyat untuk kebebasan. Tapi kenyataannya sekarang, konstitusi tidak lebih dari penjara ketidakadilan. Di balik jerujinya, kita hanya bisa menatap politik tanpa etika, kekayaan tanpa kerja keras, sains tanpa humanitas,peribadatan tanpa pengorbanan, perniagaan tanpa moralitas, pengetahuan tanpa karakter, dan kesenangan tanpa nurani ….”&lt;/i&gt;-Attar Malaka&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kau menjejakan kaki dengan keras saat keluar ruangan itu. Kau berjalan sambil menghentakkan kakimu. Kau marah. Kertas soal di tanganmu kau remas. Matamu menyala melotot. Tetapi pikirmu hanya bertanya, mengapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kau sekarang menyesal, tetapi bukan itu yang kau tunjukkan. Kau ingin berteriak, namun kau masih memegang kendali. Nafasmu mulai surut, lama kau menghirup campuran oksigen, dan kini kemarahanmu berangsur mereda, meninggalkan sesosok mata kelabu, air wajah yang suram, dan bibir mengatup tanda kesebalanmu masih tertanam. Kau putuskan untuk bermarah-marah ria nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Melupakan, sesuatu yang patut diberi acungan jempol saat itu kepadamu. Beralih ke sudut koridor, kau terduduk dan mulai membuka buku, lagi, seperti biasa. Tanpa berucap kata, kau mengabaikan temanmu yang cerewet bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hingga akhirnya kau keluar kembali dari ruangan yang sama. Dengan gontai kau melangkah menuju gerbang. Matamu memandang jauh, melangkah tanpa roh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tujuan perjalanan pulang, rumah. Kau masih gontai dan lupa akan apapun yang kau lihat dan pikirkan selama perjalanan tadi. Hahaha! Kau tertawa demikian kerasnya, tak masalah. Hingga kau menemukan sebuah buku, UUD 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Amandemen UUD 1945 dengan sampul jingga, kau lihat berada di atas kaca mejamu. Segera kau menghampirinya, sigap, hampir seperti kucing menerkam tikus. Nafasmu memburu, kau buka halaman pertama. Dan segera jantungmu berhenti berdetak. Satu detik, dua detik, dengan keheningan yang tiba-tiba. Kau masih hidup. Kemarahanmu buktinya. Segera kau banting buku itu. Berpuluh pasal didalamnya mengingatkanmu sesaat tentang perjuangan leluhur bangsa. Persetan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;Kau tidak berteriak marah, tidak menggeram, tidak pula menangis. Tanpa suara. Kau mengambil kembali buku yang tak lebih dari lima puluh lembar itu. Idemu memerintah untuk merobek halaman-halamannya. Tidak jadi. Segera ide lain muncul. Sekarang lembaran UUD itu ada di bawah sepatumu, menjadi saksi bisu sebuah bangsa dengan orang-orangnya yang bodoh. Kau injak-injak, hingga sama dengan warna duniamu saat itu, kelabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kau biarkan sesaat Amandemen UUD 1945 itu menangis di bawah kakimu. Kertas soal dalam tasmu, yang sudah kau remas tak berbentuk kau lemparkan ke tempat sampah dekatmu. Begitu pula Amandemen UUD 1945 yang berada di bawah kakimu. Kau lemparkan ke tempat sampah. Tempat yang sungguh layak, pikirmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;(2009)&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://lyra.cz.cc&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7906384023063087081-3652765632255002414?l=catatanlyra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanlyra.blogspot.com/feeds/3652765632255002414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/12/untuk-soal-pendidikan-kewarganegaraan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/3652765632255002414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/3652765632255002414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/12/untuk-soal-pendidikan-kewarganegaraan.html' title='Untuk Soal Pendidikan Kewarganegaraan, yang kuminta maaf karena sudah kubuang ditempat yang layak… Hahaha!!!'/><author><name>Bernardia Vitri Arumsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00116969701613325799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_ew4etm7knos/Swp_vCMXa6I/AAAAAAAAAAM/_JQigJy3rM8/S220/PhotoFunia-2accc4c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7906384023063087081.post-6541129441193515647</id><published>2009-11-21T21:10:00.002+07:00</published><updated>2009-11-21T21:10:58.125+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatanku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Facebook'/><title type='text'>Tidak Mengkampung, Untuk Tetangga Kampungan</title><content type='html'>Kau kata kita saudara&lt;br /&gt;Sesama katamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat kau mapan&lt;br /&gt;Kau bilang juga kau mampu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kau dengar suatu malam&lt;br /&gt;Ketika hening dalam pembicaraan&lt;br /&gt;Teretuslah satu kata saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERAS!&lt;br /&gt;Ya! KITA DIPERAS!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitungan manipulasi kautambahkan&lt;br /&gt;KKN dalam masyarakat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati seorang ibu terbakar!&lt;br /&gt;Satu marah untuk menindak tegas...&lt;br /&gt;Sedangkan yang lain&lt;br /&gt;Menerimanya dengan senyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar...calo!&lt;br /&gt;Kau sama seperti anakmu&lt;br /&gt;Jelas!&lt;br /&gt;Kau ibunya!&lt;br /&gt;SAMA SAJA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mendengar ini bagus untukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dalam kebesaran&lt;br /&gt;Akan ada saat semua berbalik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SERBU! kataku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://lyra.cz.cc&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7906384023063087081-6541129441193515647?l=catatanlyra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanlyra.blogspot.com/feeds/6541129441193515647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/tidak-mengkampung-untuk-tetangga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/6541129441193515647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/6541129441193515647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/tidak-mengkampung-untuk-tetangga.html' title='Tidak Mengkampung, Untuk Tetangga Kampungan'/><author><name>Bernardia Vitri Arumsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00116969701613325799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_ew4etm7knos/Swp_vCMXa6I/AAAAAAAAAAM/_JQigJy3rM8/S220/PhotoFunia-2accc4c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7906384023063087081.post-1720407218448524762</id><published>2009-11-19T23:39:00.003+07:00</published><updated>2009-11-19T23:54:56.679+07:00</updated><title type='text'>Sang Canangium Odoratum</title><content type='html'>Inginku kau kupanggil Guru Uban&lt;br /&gt;Tetapi kau belum beruban&lt;br /&gt;Jika kupanggil kau dengan sebutan Melati Putih&lt;br /&gt;Kau belum layak menjadi Melati Putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Kenanga?&lt;br /&gt;Kenanga yang akan menjadi kenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitungan dimulai musim kemarau&lt;br /&gt;Diakhiri musim kemarau jua&lt;br /&gt;Kering kerontang merantau&lt;br /&gt;Untuk kenanga yang menua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenanga wangi di kamis malam&lt;br /&gt;Biarkan menjadi kenangan suram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sang panah perak&lt;br /&gt;Tak miliki kuasa menyerah&lt;br /&gt;Keperakanku menghilang kelak&lt;br /&gt;Dalam niat berbalik arah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, biarkanlah panah perak&lt;br /&gt;Mengendap menjadi kerak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://lyra.cz.cc&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7906384023063087081-1720407218448524762?l=catatanlyra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanlyra.blogspot.com/feeds/1720407218448524762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/san-canangium-odoratum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/1720407218448524762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/1720407218448524762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/san-canangium-odoratum.html' title='Sang Canangium Odoratum'/><author><name>Bernardia Vitri Arumsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00116969701613325799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_ew4etm7knos/Swp_vCMXa6I/AAAAAAAAAAM/_JQigJy3rM8/S220/PhotoFunia-2accc4c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7906384023063087081.post-7651452710315464938</id><published>2009-11-19T23:39:00.001+07:00</published><updated>2009-11-19T23:39:18.424+07:00</updated><title type='text'>Gombal!</title><content type='html'>tak nyana&lt;br /&gt;kain kotor di pojok ruang&lt;br /&gt;pencipta ilham kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gombal!&lt;br /&gt;kau kata begitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gombal!&lt;br /&gt;kujawab pula begitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gombalku ada pada tingkah&lt;br /&gt;gombalmu ada pada kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;serapahan kami gombal&lt;br /&gt;tetapi nasihatmu pula gombal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku terperangah&lt;br /&gt;bukan karena kegombalanmu&lt;br /&gt;hanyalah logatmu&lt;br /&gt;sempurna terdengar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah..&lt;br /&gt;andai saja ku bisa kembali ke masa&lt;br /&gt;aku ingin melihat&lt;br /&gt;tiadakah gombalmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://lyra.cz.cc&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7906384023063087081-7651452710315464938?l=catatanlyra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanlyra.blogspot.com/feeds/7651452710315464938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/gombal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/7651452710315464938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/7651452710315464938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/gombal.html' title='Gombal!'/><author><name>Bernardia Vitri Arumsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00116969701613325799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_ew4etm7knos/Swp_vCMXa6I/AAAAAAAAAAM/_JQigJy3rM8/S220/PhotoFunia-2accc4c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7906384023063087081.post-4957169706998191918</id><published>2009-11-19T23:37:00.002+07:00</published><updated>2009-11-19T23:38:48.716+07:00</updated><title type='text'>Dibalik Layar; Guru Uban</title><content type='html'>--Suatu Malam dengan Keheningan yang Terpecah oleh Suara Mesin Tik Guru Uban--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cobalah kau dengarkan suara dari rumah Guru Uban, nak. Mesin tik itu beradu suara di tangannya. Tergesa membuat irama yang teratur.Dengan suara khas spasinya. Guru Uban, guru yang pandai bercerita tentang sejarah, mengerti bahwa generasimu membutuhkan cerita,"Kata seorang tetangga Guru Uban kepada anaknya.&lt;br /&gt;"Apa yang sedang dia tuliskan, pak?"tanya anaknya.&lt;br /&gt;"Tidak tahu anakku, dia yang pasti sedang berjuang mengubah dunia," jawab ayahnya singkat.&lt;br /&gt;"Di era komputer ini pak? Apa artinya ketikan yang dia buat kalau begitu? Bukankah selembar kertas yang keluar dari mesin tik sekarang sudah tak ada peminat untuk membacanya?"Tanya anaknya lagi.&lt;br /&gt;"Hus! Kamu tak tahu apa-apa, nak. Bersyukurlah kamu masih memiliki guru yang sederhana, tidak perlu memakai segala macam perangkat zaman sekarang, seperti mereka yang mengatakan dirinya modern."Kata ayah anak itu menasehati.&lt;br /&gt;"Tapi pak,-"anak itu mencoba menyangkal, tetapi segera dipotongnya ucapannya oleh ayahnya itu.&lt;br /&gt;"Dia memiliki cara tersendiri, nak. Melalui Tujuh Dosa Sosial..." segera mesin ketik itu berhenti bersuara, kembali menghanyutkan akhir percakapan keduanya dalam keheningan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;post scriptum: tetangga ini juga anggota Koppassus Sandhi Yudha.&lt;br /&gt;(versi Lyra ya, bukan versi E.S, tidak ada dalam buku, hanya ada dalam pikiran imajinasi Lyra tentang di balik layar bab Guru Uban)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://lyra.cz.cc&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7906384023063087081-4957169706998191918?l=catatanlyra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanlyra.blogspot.com/feeds/4957169706998191918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/dibalik-layar-guru-uban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/4957169706998191918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/4957169706998191918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/dibalik-layar-guru-uban.html' title='Dibalik Layar; Guru Uban'/><author><name>Bernardia Vitri Arumsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00116969701613325799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_ew4etm7knos/Swp_vCMXa6I/AAAAAAAAAAM/_JQigJy3rM8/S220/PhotoFunia-2accc4c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7906384023063087081.post-3551226042062007501</id><published>2009-11-19T23:37:00.001+07:00</published><updated>2009-11-19T23:37:35.278+07:00</updated><title type='text'>Untuk Mata Aksara</title><content type='html'>tentangmu&lt;br /&gt;tentang mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saranmu&lt;br /&gt;apakah berlaku&lt;br /&gt;pada seorang buta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan tulis yang kau dengar&lt;br /&gt;melainkan apa yang kau lihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenyataan adalah yang terlihat&lt;br /&gt;den pembiasan untuk yang kau dengar&lt;br /&gt;lagi, apakah berlaku&lt;br /&gt;pada titik warna hujan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bilamana mataku kering&lt;br /&gt;bilamana mataku menjadi buta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akankah aku menulis tentang kegelapan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atukah aku&lt;br /&gt;menulis tentang mereka&lt;br /&gt;pendengung kata kasihan di telingaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://lyra.cz.cc&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7906384023063087081-3551226042062007501?l=catatanlyra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanlyra.blogspot.com/feeds/3551226042062007501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/untuk-mata-aksara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/3551226042062007501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/3551226042062007501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/untuk-mata-aksara.html' title='Untuk Mata Aksara'/><author><name>Bernardia Vitri Arumsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00116969701613325799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_ew4etm7knos/Swp_vCMXa6I/AAAAAAAAAAM/_JQigJy3rM8/S220/PhotoFunia-2accc4c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7906384023063087081.post-5228502752073269612</id><published>2009-11-19T23:36:00.001+07:00</published><updated>2009-11-19T23:36:58.221+07:00</updated><title type='text'>Sekumpulan Retorika Lyra: Dinding Penjelasan (2009)</title><content type='html'>Teruntuk : &lt;b&gt;Kau yang Bukan Guru Uban...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;-daripada marah-marah nantinya, anggap yang menulis ini bukan dia yang bernama lyra-&lt;br /&gt;-atau anggap sang penulis si idiot tolol sekali-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; --------------------------&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;--------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;--------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;-----------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang umum adalah lazim, sedangkan mereka yang menyimpang dianggap aneh, tidakkah kau berpikir wahai guru? Nilai senimu hilang dalam warna merah terang, sedangkan yang aneh adalah mereka yang berwarna abu-abu..&lt;br /&gt;&lt;b&gt;-dari pemikiran politik warna kulit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau mengenal seorang yang memiliki rasa humor yang aneh, dia tertawa saat mereka terdiam dan diam saat mereka tertawa, itulah aku, sang abu-abu, pemberi perbedaan..&lt;br /&gt;&lt;b&gt;-sang Pelengkap&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi..&lt;br /&gt;Kau guruku, berkata aku terlalu pintar, tetapi sebenarnya aku hanyalah kebodohan, jika kau tak percaya, tanyakan pada sang asap dan tentu dia akan cepat memudar..&lt;br /&gt;&lt;b&gt;-dari pemikiran H. Vermeulen ttg C. Zwinckel, Het Geheim Van Meede&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas bukan? Tiada yang bisa menetapkan aku itu bodoh atau pintar, karena terkadang kebodohan itu datang tak dinyana, seperti halnya kepintaran itu sendiri, hingga akhirnya membawa penyesalan ataupun senyum mengenang..&lt;br /&gt;&lt;b&gt;-sang ABC, Ma' Brein&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kuberi petunjuk wahai guruku, beberapa kata terakhir, pemberi perbedaan dan senyum mengenang, inilah aku sang empunya rasa humor yang aneh, tidakkah kau menerimanya?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;-menyadur S. Meyer&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau berpikir, aku terus berkubang dalam rasa dendam, tidakkah kau berpikir yang lain? Masa bodoh dengan masa itu, tak jua kau berpikir jika aku memiliki proyek lain, pemikiran lain, bukan yang itu!&lt;br /&gt;&lt;b&gt;-dibacakan gaya Tan Malaka&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa bodoh, atau mungkin berpikir bahwa kau yang bodoh ya? Maaf, tapi aku masih berpegang pada sesuatu yang pada lingua franca italia disebut Veritas, hilangkanlah pagar betismu, karena aku lebih baik berkata seperti ini daripada yang lalu terulang kembali, kesalah-pahaman..&lt;br /&gt;&lt;b&gt;-menyadur kata Dan Brown&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duniaku adalah dunia luas, tak seperti kau yang teracuni sinetron-sinetron yang membodohi, duniaku adalah campuran dunia sastra, hinggaku menulis segalanya dalam retorika ala seorang penulis yang kukagumi..&lt;br /&gt;&lt;b&gt;-menyadur paragraf buku tentang Guru Uban&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanyalah pelengkap dunia, sama sepertimu, tetapi kau dan aku sepertinya jauh berbeda&lt;br /&gt;Kau adalah seorang guru, seorang yang selalu memiliki jawaban, sedangkan aku sang murid yang terkadang hanya bisa berkata 'kehendak Tuhan'&lt;br /&gt;&lt;b&gt;-menyadur kata Bu Biologi, IP &amp;amp; Agama dalam diskusi binpres jumat sebelum tanggal 13 november&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan perubahan segalanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://lyra.cz.cc&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7906384023063087081-5228502752073269612?l=catatanlyra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanlyra.blogspot.com/feeds/5228502752073269612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/sekumpulan-retorika-lyra-dinding.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/5228502752073269612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/5228502752073269612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/sekumpulan-retorika-lyra-dinding.html' title='Sekumpulan Retorika Lyra: Dinding Penjelasan (2009)'/><author><name>Bernardia Vitri Arumsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00116969701613325799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_ew4etm7knos/Swp_vCMXa6I/AAAAAAAAAAM/_JQigJy3rM8/S220/PhotoFunia-2accc4c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7906384023063087081.post-2523068557723221314</id><published>2009-11-19T23:35:00.001+07:00</published><updated>2009-11-19T23:35:42.557+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anarki Nusantara'/><title type='text'>Modernisme Orang Beradab</title><content type='html'>Manusia yang memiliki jiwa Timur Tengah dan tubuh Barat. Mereka diwajibkan memeluk salah satu agama langit, Islam, Kristen, atau Katolik. Kita menyebutnya sebagai penyelamatan. Lantas mereka dikenalkan dengan uang dan membangun hubungan sebagaimana pragmatisme yang kita dapatkan dari sifat dagang. Jika mereka mengenakan Levi's, Armani, atau menyemprot tubuh dengan Hugo Boss dengan gelang akar berubah jadi Rolex, kita akan menyebut mereka telah keluar dari ketertinggalan. Menjadi manusia modern sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modernisme artinya menenggelamkan identitas lokal dengan satu logika tunggal budaya yang diserukan televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi adalah benda tiran pengatur hidup manusia, menakar selera pemirsa dengan nalar yang pendek, nuklir moral yang radiasinya menghancurkan tatanan peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Pencipta Anarki Nusantara-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://lyra.cz.cc&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7906384023063087081-2523068557723221314?l=catatanlyra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanlyra.blogspot.com/feeds/2523068557723221314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/modernisme-orang-beradab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/2523068557723221314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/2523068557723221314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/modernisme-orang-beradab.html' title='Modernisme Orang Beradab'/><author><name>Bernardia Vitri Arumsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00116969701613325799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_ew4etm7knos/Swp_vCMXa6I/AAAAAAAAAAM/_JQigJy3rM8/S220/PhotoFunia-2accc4c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7906384023063087081.post-7788091648204914323</id><published>2009-11-19T23:34:00.000+07:00</published><updated>2009-11-19T23:35:00.582+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anarki Nusantara'/><title type='text'>Tujuh Dosa Sosial</title><content type='html'>Peribadatan tanpa pengorbanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik tanpa etika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perniagaan tanpa moralitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan tanpa kerja keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sains tanpa humanitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan tanpa karakter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenangan tanpa nurani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Young India, 22 Oktober 1925-Mohandas Karamchad Gandhi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://lyra.cz.cc&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7906384023063087081-7788091648204914323?l=catatanlyra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanlyra.blogspot.com/feeds/7788091648204914323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/tujuh-dosa-sosial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/7788091648204914323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/7788091648204914323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/tujuh-dosa-sosial.html' title='Tujuh Dosa Sosial'/><author><name>Bernardia Vitri Arumsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00116969701613325799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_ew4etm7knos/Swp_vCMXa6I/AAAAAAAAAAM/_JQigJy3rM8/S220/PhotoFunia-2accc4c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7906384023063087081.post-4718349991220569011</id><published>2009-11-19T23:33:00.000+07:00</published><updated>2009-11-19T23:34:23.799+07:00</updated><title type='text'>Topeng Pembunuh</title><content type='html'>Tersebutlah muka biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mata tajam menyipit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya jika muka adalah topeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patri wajah di ingatan orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu tersebut biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada iri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada dengki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjangan dilema kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama sudah kuno berjalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara kekolotan masa lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kebebasan masa depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam dalam segala biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan tanpa rasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga terucaplah kata hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dunia instan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini mudah memang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penemuan kebenaran yang salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://lyra.cz.cc&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7906384023063087081-4718349991220569011?l=catatanlyra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanlyra.blogspot.com/feeds/4718349991220569011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/topeng-pembunuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/4718349991220569011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/4718349991220569011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/topeng-pembunuh.html' title='Topeng Pembunuh'/><author><name>Bernardia Vitri Arumsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00116969701613325799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_ew4etm7knos/Swp_vCMXa6I/AAAAAAAAAAM/_JQigJy3rM8/S220/PhotoFunia-2accc4c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7906384023063087081.post-7404224719236231571</id><published>2009-11-19T23:32:00.002+07:00</published><updated>2009-11-19T23:33:37.485+07:00</updated><title type='text'>Iman Untuk Partikel Mu</title><content type='html'>Kau berkata ‘Aku di sini’&lt;br /&gt;Kau berkata ‘Aku menggendongmu’&lt;br /&gt;Kau berkata ‘Aku menuntunmu’&lt;br /&gt;Tuhankah sebutan untuk kasihmu?&lt;br /&gt;Gila segala pemikiran selama ini&lt;br /&gt;Seolah iman ini hilang&lt;br /&gt;Tetapi kuat untuk berjalan&lt;br /&gt;Inikah taburan partikelmu?&lt;br /&gt;Hinga kini kepercayaan itu tertinggal&lt;br /&gt;Kau masih ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://lyra.cz.cc&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7906384023063087081-7404224719236231571?l=catatanlyra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanlyra.blogspot.com/feeds/7404224719236231571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/iman-untuk-partikel-mu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/7404224719236231571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/7404224719236231571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/iman-untuk-partikel-mu.html' title='Iman Untuk Partikel Mu'/><author><name>Bernardia Vitri Arumsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00116969701613325799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_ew4etm7knos/Swp_vCMXa6I/AAAAAAAAAAM/_JQigJy3rM8/S220/PhotoFunia-2accc4c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7906384023063087081.post-6766431658559253832</id><published>2009-11-19T23:32:00.001+07:00</published><updated>2009-11-19T23:32:30.508+07:00</updated><title type='text'>Mereka Tidak Tahu....</title><content type='html'>Kebijakan bodoh tak bersambung:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkan rasa sayangmu pada orang yang kau sayangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doakanlah dia saat kau berdoa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau berbuat kesalahan yang tak kau sengaja, dan orang yang kau sayangi menjadi marah, sabarlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau kemudian berbuat kesalahan lagi sehingga dia marah, mulailah berpikir apa yang sebaiknya kau lakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghilanglah dari permukaan agar dia tak bisa melihatmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkan permintaan maafmu atas kesalahan yang kau buat pada orang yang kau sayangi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beri hadiah pada orang yang kau sayangi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paniklah jika orang itu belum memaafkanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beri hadiah lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah menatap mata orang itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilangkan kepanikan dengan caramu sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai kehilangan nyawa di jalan saat mengebut di malam gelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abaikan setiap bayangannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sekitarmu membuatmu stress, pergilah dari lingkar kehidupanmu itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang di sekitarmu tetap mengganggu, bentaklah dengan kata-kata keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERGI! AKU BUTUH KEBEBASAN!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hidupmu membosankan, mulailah dengan menggempur adrenalinmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah dengan cara-cara ekstrem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti menjalankan kendaraan dengan kecepatan maksimal di malam gelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau boleh menyelip sana-sini, dan menjalankan kendaraan dengan brutal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika angin menghempasmu dan helmmu jatuh, jangan sampai kau ikut terjatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan sedang memberikan apa yang kau inginkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah ketakutan untuk kematian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarlah saat itu, bahwa hidup tidak hanya dengan kebodohan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirilah semua dengan menulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abaikan setiap bayangan orang yang kau sayangi dan teruslah berdoa untuknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah bersabar pada orang di sekitarmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah pergi jika seorang pengganggu mengganggumu lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai sebuah gerak membakar segalanya lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah menyayangi orang yang kau sayangi selamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; --------------------------&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;--------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah percampuran cerita orang dengan tujuan kebebasan..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://lyra.cz.cc&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7906384023063087081-6766431658559253832?l=catatanlyra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanlyra.blogspot.com/feeds/6766431658559253832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/mereka-tidak-tahu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/6766431658559253832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/6766431658559253832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/mereka-tidak-tahu.html' title='Mereka Tidak Tahu....'/><author><name>Bernardia Vitri Arumsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00116969701613325799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_ew4etm7knos/Swp_vCMXa6I/AAAAAAAAAAM/_JQigJy3rM8/S220/PhotoFunia-2accc4c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7906384023063087081.post-2631550354412874852</id><published>2009-11-19T23:31:00.001+07:00</published><updated>2009-11-19T23:31:50.290+07:00</updated><title type='text'>Kiasan Pembunuh</title><content type='html'>Pembunuhan tak akan pernah padam&lt;br /&gt;Toh siapa juga yang menghendaki&lt;br /&gt;Semua juga senang&lt;br /&gt;Bahagia tanpa rasa bersalah&lt;br /&gt;Apalah kata dunia?&lt;br /&gt;Setuju!&lt;br /&gt;Tentunya itu yang terucapkan&lt;br /&gt;Dan kami di sini hanya seorang&lt;br /&gt;Dengan kebisuan meradang&lt;br /&gt;Meminta keadilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://lyra.cz.cc&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7906384023063087081-2631550354412874852?l=catatanlyra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanlyra.blogspot.com/feeds/2631550354412874852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/kiasan-pembunuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/2631550354412874852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/2631550354412874852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/kiasan-pembunuh.html' title='Kiasan Pembunuh'/><author><name>Bernardia Vitri Arumsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00116969701613325799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_ew4etm7knos/Swp_vCMXa6I/AAAAAAAAAAM/_JQigJy3rM8/S220/PhotoFunia-2accc4c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7906384023063087081.post-6517574809697576058</id><published>2009-11-19T23:30:00.000+07:00</published><updated>2009-11-19T23:31:21.869+07:00</updated><title type='text'>Pembunuhan, antara perang batin dan pengkhianatan...</title><content type='html'>Tuhan mengajari kita untuk tidak membunuh...&lt;br /&gt;                - Persetan dengan kata-kata itu!&lt;br /&gt;Apakah tidak ada perang?&lt;br /&gt;                 -Jelas tidak, itulah sudah kebiasaan!&lt;br /&gt;Bagaimana kalau aku mengatakan 'kamu bodoh'?&lt;br /&gt;                 -Kamu yang bodoh!&lt;br /&gt;Kamu aneh&lt;br /&gt;                 -Kamu yang aneh!&lt;br /&gt;Apakah keanehan ada karena perbedaan saja?&lt;br /&gt;                 -Mungkin&lt;br /&gt;Kau sama sekali tak bijak rupanya...&lt;br /&gt;                 -Daripada dirimu,-&lt;br /&gt;Apa?&lt;br /&gt;                 -Ah, sudahlah, apa pikiran tentang segala kebijakan itu! Tak ada guna!&lt;br /&gt;Ada guna&lt;br /&gt;                 -Tidak&lt;br /&gt;Pengkhianat!&lt;br /&gt;                 -Kenapa bisa begitu?&lt;br /&gt;Pikir saja sendiri dengan kebijakanmu! Segala yang kau anggap benar itu!&lt;br /&gt;                 -He?&lt;br /&gt;Gabunglah ajaran Tuhan, peperangan, kebijakan, dan pengkhianatan manjadi satu...pikirkan segalanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2009)&lt;br /&gt;                               &lt;br /&gt;&lt;span&gt; --------------------------&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://lyra.cz.cc&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7906384023063087081-6517574809697576058?l=catatanlyra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanlyra.blogspot.com/feeds/6517574809697576058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/pembunuhan-antara-perang-batin-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/6517574809697576058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/6517574809697576058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/pembunuhan-antara-perang-batin-dan.html' title='Pembunuhan, antara perang batin dan pengkhianatan...'/><author><name>Bernardia Vitri Arumsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00116969701613325799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_ew4etm7knos/Swp_vCMXa6I/AAAAAAAAAAM/_JQigJy3rM8/S220/PhotoFunia-2accc4c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7906384023063087081.post-5963672587588958842</id><published>2009-11-19T23:29:00.000+07:00</published><updated>2009-11-19T23:30:28.227+07:00</updated><title type='text'>Siapa Atau Apa yang Ada Sebelum Tuhan?</title><content type='html'>Suatu waktu ada salah seorang temanku yang bertanya seperti ini:&lt;br /&gt;“Siapa, atau apa, yang ada sebelum Tuhan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjawabnya dengan mengajukan teori  abiogenesis dan biogenesis, dan dia tidak menginginkan jawaban seperti itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku mejawab seperti ini:&lt;br /&gt;Kau tahu teman? Satu kalimat kunci untuk pertanyaanmu ini…&lt;br /&gt;Sesuatu yang pernah aku katakan pada suatu waktu…&lt;br /&gt;Yang pada suatu waktu itu kau hanya membiarkan kata-kataku terbawa angin…&lt;br /&gt;Menghembus dan menghilang begitu saja…&lt;br /&gt;Dengarkan sekali lagi teman, ini kalimat kuncinya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan menciptakan segalanya bersifat simetris...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bertanya,”Apa maksudnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjawab pertanyaan itu seperti ini:&lt;br /&gt;Kau juga sudah pernah kuberitahu…&lt;br /&gt;Tapi kau membiarkannya menghilang seperti yang lalu…&lt;br /&gt;Sekarang, kau harus mendengarkan dan berusaha mengingatnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan menciptakan segalanya bersifat simetris…&lt;br /&gt;Gelap dan terang, siang dan malam, atas dan bawah...&lt;br /&gt;Begitu juga dengan penciptaan dunia ini...&lt;br /&gt;Dia menciptakan sesuatu yang sangat hebat...&lt;br /&gt;Antimateri dan materi itulah namanya...&lt;br /&gt;Sebagai awal dari penciptaanNya yang lain, sesuatu yang lebih indah...&lt;br /&gt;Tentu saja, sesuatu itu adalah yang kau sebut sebagai kehidupan ...&lt;br /&gt;Inilah perjalanan antimateri dan materi itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu waktu, triliunan tahun yang lalu...&lt;br /&gt;Antimateri dan materi yang diciptakan Tuhan akhirnya bersatu…&lt;br /&gt;Bertubrukan dan menimbulkan ledakan yang begitu dahsyat…&lt;br /&gt;Begitu lama prosesnya untuk menjadi sebuah Bumi, Matahari, dan segala isi tata surya...&lt;br /&gt;Titik 0, dimana semuanya menjadi ada...&lt;br /&gt;Titik 0, dimana ke-erorran dalam penghitungan selalu melanda sains...&lt;br /&gt;Antimateri itu, sekarang tak ada di bumi yang kita tinggali ini teman...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau ingin proses penciptaan itu berulang lagi...&lt;br /&gt;Ciptakanlah antimateri, dan ledakanlah duniamu yang indah ini…&lt;br /&gt;Kehancuran untuk awal kehidupan baru…&lt;br /&gt;Sangat mungkin tentunya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, berpeganglah pada kebaikan… Kita sebenarnya tak perlu agama... Kita membutuhkan Agama untuk memberi antara pada Tuhan yang sebenarnya... Iman hanya untuk kebaikan masa depan.. itu saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ps: Jika kau yang membaca ini tidak mengerti, silahkan bertanya terus hingga kau percaya bahwa titik 0 adalah Tuhan sendiri....dunia tak berujung...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi... pengetahuanku berasal dari seorang bernama:&lt;br /&gt;Albert Einstein&lt;br /&gt;Pastor &amp;amp; Ilmuwan Leonardo Vetra&lt;br /&gt;Pastor Camerlengo Carlo Ventresca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Signorina Bernardia Vitri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://lyra.cz.cc&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7906384023063087081-5963672587588958842?l=catatanlyra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanlyra.blogspot.com/feeds/5963672587588958842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/siapa-atau-apa-yang-ada-sebelum-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/5963672587588958842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/5963672587588958842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/siapa-atau-apa-yang-ada-sebelum-tuhan.html' title='Siapa Atau Apa yang Ada Sebelum Tuhan?'/><author><name>Bernardia Vitri Arumsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00116969701613325799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_ew4etm7knos/Swp_vCMXa6I/AAAAAAAAAAM/_JQigJy3rM8/S220/PhotoFunia-2accc4c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7906384023063087081.post-3670849385625987208</id><published>2009-11-19T23:28:00.000+07:00</published><updated>2009-11-19T23:29:31.767+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatanku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Facebook'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MLTR'/><title type='text'>Walk With Me</title><content type='html'>Walk with me&lt;br /&gt;just turn around and let it be&lt;br /&gt;I have come&lt;br /&gt;to guide you all the way&lt;br /&gt;Walk with me&lt;br /&gt;'cos I have got the key&lt;br /&gt;that finally sets you free&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walk with me friends.&lt;br /&gt;just turn around and let it be&lt;br /&gt;I have come&lt;br /&gt;to guide you all the way&lt;br /&gt;Walk with me friends,&lt;br /&gt;'cos I have got the key&lt;br /&gt;that finally sets you free&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walk with me everyone,&lt;br /&gt;just turn around and let it be&lt;br /&gt;I have come&lt;br /&gt;to guide you all the way&lt;br /&gt;Walk with me everyone,&lt;br /&gt;'cos I have got the key&lt;br /&gt;that finally sets you free&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walk with me&lt;br /&gt;just turn around and let it be&lt;br /&gt;I have come&lt;br /&gt;to guide you all the way&lt;br /&gt;Walk with me&lt;br /&gt;'cos I have got the key&lt;br /&gt;that finally sets you free&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'cos I have got the key that finally sets you free....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://lyra.cz.cc&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7906384023063087081-3670849385625987208?l=catatanlyra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanlyra.blogspot.com/feeds/3670849385625987208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/walk-with-me.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/3670849385625987208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/3670849385625987208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/walk-with-me.html' title='Walk With Me'/><author><name>Bernardia Vitri Arumsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00116969701613325799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_ew4etm7knos/Swp_vCMXa6I/AAAAAAAAAAM/_JQigJy3rM8/S220/PhotoFunia-2accc4c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7906384023063087081.post-8526588495075886002</id><published>2009-11-19T23:21:00.000+07:00</published><updated>2009-11-19T23:28:10.402+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatanku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Facebook'/><title type='text'>A, B, C, Kau ingin di tempat yang bodoh, atau kebodohan, atau, kelicikan? Tidak ada yang pintar di sini...</title><content type='html'>A: Mau apa kau sekarang?&lt;br /&gt;B: Mati.&lt;br /&gt;A: Tidak menunggu waktu?&lt;br /&gt;B: Sampai kapan lagi?&lt;br /&gt;A: Sampai waktumu, saat ajalmu menjemput.&lt;br /&gt;B: Ah, biarlah aku menunggu di gerbang sampai hari kematianku yang sebenarnya.&lt;br /&gt;A: Kau tidak merencanakan sesuatu?&lt;br /&gt;B: Aku sedang berpikir, pergilah.&lt;br /&gt;-------&lt;br /&gt;A: Kau memilikinya sekarang, apa idemu?&lt;br /&gt;B: Membunuh.&lt;br /&gt;A: Siapa?&lt;br /&gt;B: Sang Kematian.&lt;br /&gt;A: Kau kuno, seperti dirinya.&lt;br /&gt;B: Tidak juga, aku punya cara, selalu.&lt;br /&gt;A: Tunjukkan.&lt;br /&gt;B: Tidak, itu perintah, aku tak mau kau memerintahku.&lt;br /&gt;A: Oke, please beri tahu aku.&lt;br /&gt;B: Menggunakan agenku yang paling berharga, CX34.&lt;br /&gt;A: Kukira kau akan menyimpannya untuk yang lain.&lt;br /&gt;B: Tidak. Bagaimana menurutmu?&lt;br /&gt;A: Kalau kau anggap dia penting, pakai saja.&lt;br /&gt;B: Perintahkan 28 untuk mencarinya.&lt;br /&gt;A: Yeah, master.&lt;br /&gt;-------&lt;br /&gt;Masa lalu, masa kini, masa depan, apa yang kau pilih?&lt;br /&gt;-------&lt;br /&gt;C: Kau memanggilku, mengapa?&lt;br /&gt;A: Aku butuh pertolongan, segera.&lt;br /&gt;C: Berkaitan dengan apa?&lt;br /&gt;A: Perburuan apel seminggu yang lalu.&lt;br /&gt;C: Kau tak mengatakannya tadi, aku tentu saja akan menjawab dengan dua huruf, YA.&lt;br /&gt;A: Kau tahu tugasmu, laksanakan. Jangan lupa ganti logatmu itu.&lt;br /&gt;C: Bahasa apa?&lt;br /&gt;A: Terserah kau.&lt;br /&gt;-------&lt;br /&gt;Jika kau diberi pilihan untuk mati, kau akan memilih kematian di mana? Di rumah, di sekolah, di ruang kerjamu, di lapangan kosong, di lapangan ramai, di gereja, atau di mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa lilin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----LV-----&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://lyra.cz.cc&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7906384023063087081-8526588495075886002?l=catatanlyra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://catatanlyra.blogspot.com/feeds/8526588495075886002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/b-c-kau-ingin-di-tempat-yang-bodoh-atau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/8526588495075886002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7906384023063087081/posts/default/8526588495075886002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://catatanlyra.blogspot.com/2009/11/b-c-kau-ingin-di-tempat-yang-bodoh-atau.html' title='A, B, C, Kau ingin di tempat yang bodoh, atau kebodohan, atau, kelicikan? Tidak ada yang pintar di sini...'/><author><name>Bernardia Vitri Arumsari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00116969701613325799</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://4.bp.blogspot.com/_ew4etm7knos/Swp_vCMXa6I/AAAAAAAAAAM/_JQigJy3rM8/S220/PhotoFunia-2accc4c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
